Menurut pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Andar Nubowo, ini adalah ajang pembuktian Jokowi apakah Presiden rakyat atau hanya petugas partai. Jika memang Jokowi tetap melantik Budi, Andar menilai bahwa Jokowi lebih mementingkan kepentingan elite partai yang mendukungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika nekat melantik Budi, Jokowi menurut Andar akan kehilangan kepercayaan rakyat yang mayoritas memilihnya pada pilpres lalu. Selain itu, Jokowi akan dinilai melakukan demoralisasi terhadap kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi yang sudah menetapkan Budi sebagai tersangka.
Saat ini Jokowi masih mempertimbangkan untuk melantik Budi atau tidak setelah paripurna menerima pencalonan Budi sebagai Kapolri. Andar menilai peluanganya masih sama besar.
Direktur Eksekutif Indosrategi itu Jokowi seharusnya bergerak cepat membatalkan pencalonan Budi sebelum proses di DPR berlangsung. Ditetapkannya Budi dalam paripurna DPR membuat Jokowi tersudut di dua pilihan yang sama sulitnya.
Budi Gunawan adalah calon tunggal yang diajukan Jokowi untuk jadi Kapolri. Budi dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri. Mantan Kapolda Bali ini pernah menjadi ajudan Megawati saat jadi Presiden RI.
Namun pencalonan Budi dikritik oleh sejumlah pihak lantaran keterkaitan Budi dengan rekening yang mencurigakan. Terbukti KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka tindak pidana korupsi saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karir Polri.
Namun meski jadi tersangka, Komisi III tetap menggelar uji kepatutan dan kelayakan hingga nama Budi lolos dan disahkan dalam rapat paripurna tadi pagi. (sur/sip)