Saat ditanyai seberapa besar keseriusan PDIP dalam mendesak Jokowi untuk segera merombak jajaran menterinya tersebut, Politikus PDIP Dwi Ria Latifah mengatakan hal tersebut dikembalikan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.
"Aduh kalau itu (reshuffle) itu tidak bisa (didesak), itu kan hak prerogatif presiden," tutur Dwi Ria Latifah di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau melihat dari sisi positifnya melihat kawan-kawan mengkritisi hal tersebut, saya lebih cenderung itu dijadikan bahan evaluasi untuk kawan-kawan di istana. Saya rasa tidak ada salahnya untuk saling mengintrospeksi," tegas anggota Komisi III DPR ini.
"Mungkin kalau kita bicara evaluasi kritik kinerja menteri, saya kira bukan PDIP saja yang bisa bicara seperti itu. Karena memang kebetulan yang bicara PDP, sebagai partai pendukung pemerintah, kemudian dinilai jadi pasti ini ada apa-apanya," tegasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi III fraksi PDIP Masinton Pasaribu menilai Andi Widjajanto dan Rini Soemarno tidak layak untuk bergabung dalam kabinet yang dipimpin oleh kader PDIP Jokowi. Menurutnya, Andi selalu mengacaukan informasi yang ingin disampaikan PDIP kepada Jokowi. Selan itu, ia juga menilai Rini tidak layak bergabung karena dinilai sebagai operator kepentingan yang hidup dari satu penguasa ke penguasa lainnya.
Senada, Anggota Komisi I fraksi PDIP Effendi Simbolon pun meminta Rini dan Andi keluar dari lingkaran terdekat Presiden Jokowi. Menurutnya, Andi dan Rini adalah orang yang memanfaatkan kepercayaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk kepentingan pribadi mereka, yang kemudian berujung pada adanya usaha penarikan Jokowi dari internal PDIP. (ags/ags)