Gejolak 1998, sekitar 50 tokoh pro-reformasi seperti Gunawan Mohammad, AM Fatwa, Emil Salim, Alvin Lie dan Faisal Basri sepakat mendirikan PAN. Ketika itu, Muhammadiyah menyatakan tidak akan melebur menjadi partai politik, meski membebaskan kadernya untuk mengambil jalan politik.
Pengamat politik Salim Said menggarisbawahi hubungan antara PAN dan Muhammadiyah. Menurutnya, dua organisasi ini sebenarnya tidak dapat berjalan beriringan. "PAN mendapatkan dukungan Muhammadiyah padahal Muhammadiyah pada dasarnya tidak suka berpolitik," ucapnya di Jakarta, Sabtu (28/2).
Salim lantas membandingkan Muhammadiyah dengan ormas Islam lainnya, Nadlatul Ulama. Berbeda dengan NU yang lentur, ia berkata kultur Muhammadiyah kaku. "Muhammadiyah tidak bisa tidak mengatakan apa adanya karena mereka didirikan sebagai organisasi pembaharu," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, politik perubahan menjadi ladang permainan para elite. Kontak parpol dengan massa pun menjadi sangat minim. "Sekarang kita tidak bisa melihat garis ideologi partai, yang bisa dilihat adalah ambisi masing-masing elite," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, dua nama muncul sebagai calon ketua umum PAN. Mereka adalah petahana Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan, kader PAN yang menjabat Ketua DPR. Amien, jauh sebelum kongres, secara tidak langsung telah menyatakan dukungannya terhadap Zulkifli.
Politik besan ditengarai menjadi salah satu faktor dukungan tersebut. Tahun 2011 lalu, Amien dan Zulkifli memang secara sah telah menjalin kekerabatan. Putra Amien, Ahmad Mumtaz Rais, menikahi putri Zulkifli, Futri Zulya Safitri.
Di sisi lain, politik besan juga kencang berhembus ke Hatta. Ia dinilai mendapatkan dukungan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, besannya.
Menanggapi kedudukan PAN dalam perpolitikan nasional belakangan ini, Salim pesimis kongres PAN akan melontarkan partai ini menjadi partai yang memiliki dominasi.
"PAN bukan partai besar. Saya tidak melihat ini menentukan. Tapi faktanya baru akan kita ketahui jelang pemilu berikutnya nanti," kata Salim. (pit)