Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai, jika perombakan terhadap posisi Ketua DPR juga dilakukan maka masalah baru akan timbul kedepannya. Oleh karena itu, DPP Partai Golkar pimpinan Agung Laksono telah menyepakati sikap tidak menyingkirkan Setya dari jabatan yang ia emban saat ini.
"Kalau pimpinan DPR itu diatur Undang-Undang, tidak semudah itu (disingkirkan). Kita juga sulit dan belum ada pikiran untuk merombak itu. Perombakan (terhadap posisi Setya) bukan solusi. Ketua DPR milik negara dan dia juga saya rasa memiliki jiwa leadership dan nasionalisme," ujar Yorrys di daerah Cikini, Jakarta, Sabtu (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau perombakan AKD itu kan hak partai politik. Kami akan lakukan perombakan setelah masa reses DPR tanggal 23 Maret 2015. Sudah ada bayangan siapa saja orang-orang yang akan dipanggil dan digeser posisinya," jelas Yorrys.
"Ada banyak isu nasional yang harus dibahas segera dan telah disepakati untuk membuat struktur dan kriteria berdasarkan kompetensi untuk 91 orang anggota Fraksi Partai Golkar di Parlemen. (Perombakan) ini berdasarkan kompetensi dan kepentingan politik kita kedepan," ujar Yorrys.
Dalam kesempatan yang sama, ketua Angkatan Muda Partai Golkar itu juga mengatakan bahwa pergantian ketua dan sekretaris Fraksi Partai Golkar adalah langkah yang pasti dilakukan oleh DPP Partai Golkar kedepannya.
"Yang akan digeser dan hampir pasti pada 23 Maret nanti adalah ketua Fraksi, kemudian sekretaris Fraksi dan pergeseran antar komisi pasti ada. Komposisi di Badan Anggaran juga (akan dirombak)," tutur Yorrys. (pit)