Di depan ruangan 1208 itu, tiga orang petugas pengamanan dalam DPR tampak berjaga. Meja dan kursi jaga juga ditempatkan di depan ruangan Bambang Soesatyo itu. Pengamanan ekstra di ruangan tersebut menurut staf ahli Bambang, Dwi Nugroho Marsudianto, bukannya tanpa alasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki ruangan Bambang Soesatyo, orang bisa langsung paham kenapa ruangan itu sampai dijaga berlapis. Bukan cuma karena diperebutkan kubu Agung dan Ical, ruangan 1208 memang terlihat pantas diselamatkan dari huru-hara Golkar. Ruangan itu tak ubahnya hotel berkelas. Mewah dan nyaman. (Lihat foto-fotonya: Berpesiar ke Ruang Kerja Sekretaris Fraksi Golkar)
Dwi mengatakan Bambang Soesatyo bisa dibilang merombak total ruangan itu dari kondisi awalnya. Menurut dia, Bambang menghabiskan uang seratusan juta rupiah dari dompet pribadinya untuk melakukan renovasi.
“Renovasi kan pakai duit sendiri, untuk kantor sendiri supaya nyaman. Makanya kalau ada yang kritik, kami ketawa saja,” ujar Dwi.
Pukul 14.00 WIB hari ini, Jumat (27/3), ruangan Bambang Soesatyo itu menjadi salah satu target yang hendak diambil alih kubu Agung Laksono. Kubu Agung mengultimatum Bambang dan Ketua Fraksi Golkar kubu Ical, Ade Komarudin, untuk angkat kaki dari Sekretariat Fraksi Golkar siang ini, atau mereka menggunakan instrumen hukum untuk mengusir Bambang dan Ade.
Hingga saat ini, tak ada aktivitas berkemas di ruangan Bambang. Sang Sekretaris Fraksi menolak tunduk kepada Agung. Ia merobek-robek surat permintaan meninggalkan Sekretariat Golkar yang dikirim oleh Ketua Fraksi kubu Agung, Agus Gumiwang Kartasasmita. Sebelum gugatan Ical ke pengadilan diputus, Bambang Soesatyo akan tetap bergeming. (agk)