"Lebih-lebih lagi tanpa seizin kami. Banyak anggota fraksi yang dipindahkan. Ini mencederai demokrasi," ujar Agung di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (8/4).
Selain itu, ia memprotes keras tindakan tersebut mengingat saat ini kepengurusan hasil Munas Jakarta yang mengantongi surat keputusan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Mantan ketua DPR ini mengingatkan bahwa kepengurusan fraksi merupakan perpanjangan tangan dari DPP yang sah dan diakui oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, tiga anggota fraksi Golkar yang notabene loyalis Agung Laksono yang dirotasi oleh loyalis Aburizal Bakrie. Zainudin Amali dan Yayat Biaro yang sebelumnya bertugas di Komisi III, dirotasi ke Komisi VIII. Sementara itu, Adies Kadir yang juga merupakan anggota Komisi III, dirotasikan ke Komisi IX.
Sekretaris fraksi Golkar Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo mengatakan tidak ada hal yang perlu didramatisir dari rotasi anggota fraksi di komisi-komisi tersebut. Menurutnya, rotasi tersebut menjadi rotasi seperti yang biasa dilakukan di setiap masa persidangan.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan tujuan dari rotasi tersebut untuk memperkuat kinerja fraksi Partai Golkar di setiap fraksi di DPR. (adt)