“Ini bukan premanisme. Kadang orang emosional dengan masalah teknis. Kalau masalahnya substansial kan bisa beda pendapat sehingga bisa ke arah pribadi,” kata Fadli Zon di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Fadli mengingatkan nama para anggota DPR sebagai wakil rakyat dapat langsung tercoreng jika terlibat adu jotos karena hal sepele. “Itu jelas merugikan nama baik dan karier yang bersangkutan,” ujarnya.
Aksi tersebut bermula ketika Mustofa tidak diterima dikritik Mulyadi. Mustofa diingatkan sang pimpinan komisi karena ia terlalu lama mengajukan pertanyaan ke jajaran kementerian pimpinan Menteri ESDM Sudirman Said. Namun Mustofa malah balik mendebat Mulyadi.
Selanjutnya ketika Mulyadi pergi ke toilet yang berada di samping ruang rapat, Mustifa mengikutinya. Di toilet, keduanya berdebat lagi, dan Mustofa pun meninju Mulyadi. Mobil ambulans sampai didatangkan untuk merawat Mulyadi yang memar.
Secara terpisah, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Sufmi Dasco Ahmad mengatakan MKD akan segera meminta keterangan dari Mustofa dan Mulyadi. MKD melayangkan surat panggilan kepada keduanya hari ini. (agk)