Politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung menolak anggapan jika masuknya Puan dan Prananda memperkecil peluang trah non-Soekarno untuk memimpin PDI Perjuangan. Menurutnya semua ada di tangan Megawati dan juga waktu lima tahun masih terlalu dini untuk membicarakan hal tersebut.
Namun Pram menegaskan jika regenerasi penting dalam tubuh PDI Perjuangan karena mereka adalah partai yang memiliki ideologis dan pemilihan ketua umum dilakukan secara musyawarah mufakat tanpa keluar uang sedikitpun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usia Puan dan Prananda mulai matang untuk diberi beban dan tanggung jawab. Serta ini adalah proses penggodokan bagi Puan dan Prananda yang saya yakin lima tahun adalah waktu yang cukup," ujar mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut.
"Pertama kita lihat Bu Mega menempatkan dua putranya, Puan dan Prananda, secara bersama dan mengisyaratkan pada kita semua jika proses regenerasi di dalam tubuh partai sedang dilakukan," ujar Pram.
Pram menilai, usia Puan dan Prananda saat ini sedang berada di usia matang untuk diberi tanggung jawab dan beban membesarkan partai. Menurutnya lima tahun menjadi waktu yang cukup untuk menggodok dan mengasah kemampuan keduanya dalam berorganisasi.
Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara resmi mengumumkan kepengurusan DPP untuk periode 2015-2020. Disampaikan langsung di hadapan dua ribu kader yang hadiri Kongres IV PDI-P di Bali, Megawati menunjuk Hasto Kristiyanto sebagai tangan kanannya di posisi Sekretaris Jenderal.
"Petugas partai bukan pesuruh, tapi orang partai memang begitu. Mau ditaruh di mana saja. Itu janji jabatannya tapi kadang tak bisa terima. Hal itu memudahkan untuk lihat mana yang serius mana yang setengah dan mana yang betul mau dedikasikan diri untuk kepentingan rakyat," kata Megawati dalam pemaparannya, Jumat (10/4) di Bali. (pit)