Hasto menambahkan, Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan berulang kali menegaskan korupsi adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dan bukanlah bentuk berdikari hukum. PDI Perjuangan pun, lanjut Hasto, dengan tegas ikut dalam program memberantas korupsi, termasuk yang baru saja menimpa salah satu kader mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan posisi Adriansyah sebagai anggota DPR RI, Hasto mengatakan, secara otomatis dirinya sudah tidak menjadi anggota lagi lantaran sudah dipecat. Menurutnya, tak perlu lagi melalui proses penonaktifan terlebih dahulu.
"Tidak hanya dinonaktifkan (dari DPR), ketika dia melakukan tindakan melanggar Undang-Undang maka partai bersikap tegas untuk lakukan pemecatan," ujarnya. "Terkait hal tersebut pun partau tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap mereka, apalagi itu terjadi di tengah momentum kongres," kata Hasto.
Sebelumnya, politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung langsung menemui Megawati Soekarnoputri yang baru saja dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum PDIP. Kepada Mega, Pram meminta Adriansyah langsung dipecat dari partai.
“Saya sudah komunikasikan dengan Ibu Ketua Umum. Tindakan paling tepat terhadap Adriansyah adalah pemecatan,” ujar Pram dengan nada keras di lokasi Kongres IV PDIP, Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (10/4).
Adriansyah, kader PDI Perjuangan asal Kalimantan Selatan ditangkap penyidik KPK saat tengah melakukan transaksi dengan seseorang di Bali. Dia hadir di Bali untuk menghadiri Kongres IV PDI Perjuangan yang diadakan di dekat Pantai Sanur.
Adriansyah tercatat pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Laut selama dua periode serta menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan di Kalimantan Selatan. Saat ini, dia terdaftar sebagai anggota DPR RI dan ditugaskan sebagai perwakilan fraksi di Komisi IV (hel)