"Kejadiannya seperti tahun kemarin. Jadi, tidak ada kaitannya dengan kongres. Pemecatannya tahun kemarin," ujar Syarif Hasan saat dihubungi, Senin (20/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, hilangnya hak suara menjadi salah satu alasan dilayangkannya surat somasi ini. "Ini terkait hak yang melekat, yakni hak hukum dan politik. Mereka jadi kehilangan hak suara di kongres," kata Rio menegaskan.
"Silakan saja. Itu haknya mereka. Usahanya kan mau mengganggu kongres. Kami tidak khawatir," kata anggota Komisi I DPR ini.
Kongres akan digelar di Surabaya 8-10 Mei mendatang. Untuk sementara menurut pendiri Partai Demokrat Pendiri Partai Demokrat, Ahmad Mubarok mengungkapkan, sejauh ini, ada dua pemikiran besar yang muncul. Pemikiran pertama adalah menginginkan kembali Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum. (Baca juga: Level SBY Internasional, Mubarok: Tak Perlu Jadi Ketum Lagi)
Pemikiran kedua adalah mendorong tokoh-tokoh muda yang bersinar, untuk bertarung secara demokratis, memperebutkan kursi ketua umum. Pemikiran pertama umumnya didukung oleh para elite Partai Demokrat. Sementara pemikiran kedua, umumnya didukung oleh kader-kader muda Demokrat. (Baca juga: Ibas Belum Jadi Kader Muda Bersinar untuk Jabat Ketua Umum)
SBY sampai saat ini, masih belum memberikan sinyal jelas, apakah akan maju sebagai ketua umum atau berhenti. SBY hanya menyatakan, dia akan mengikuti dan menghormati segala proses yang berlaku di kongres nanti. SBY juga belum memberikan tanda-tanda, apakah dia akan memberikan restu kepada anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono, alias Ibas untuk maju sebagai ketua umum. Ibas kini menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat. Dalam komgres nanti, sebagai mana AD/ART Partai Demokrat, ketua DPC adalah salah satu pihak yang memiliki suara. (Baca juga: Kongres 2015, Siapa Berani Lawan SBY)
(utd)