Bahkan Pasek mengklaim majunya SBY menjadi calon ketum telah memberikan satu amunisi lebih bagi Pasek. Anggota DPD RI asal Provinsi Bali ini menilai SBY yang ingkar janji karena tetap ingin menjadi ketua umum. Padahal sebelumnya SBY menyatakan tak akan maju lagi. Pasek menilai ia sudah unggul 1-0 dari SBY. (Baca juga: Kader Nilai SBY Sebagai Pemersatu Partai Belum Tergantikan)
"Saya sudah dapat poin dari bola mati SBY. SBY sebagai pemimpin telah ingkar janji, dan itu kepercayaan orang akan turun, semua ingat SBY hanya akan mengantar sampai kongres saja," kata Pasek kepada CNN Indonesia, Jumat (24/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Janji pemimpin diingkari, itu jadi peluang saya dan itu akan saya kapitalisasi menjadi kekuatan. Saya pastikan pemilik suara tidak mudah digiring," ujar dia.
Pasek berharap, dalam kongres nanti, meskipun pesta lima tahunan partai berlambang mercy ini akan di pimpin oleh Edhie Baskoro Yudhoyono, kompetisi yang fair play tetap tersajai. (Amir: SBY Maju, Calon Lain Tak Perlu Memaksakan Diri)
"Kami siap (lawan SBY), dengan kompetisi yang fair play, meski anaknya ketua panitia. Sehingga kalau menang terhormat." (Baca juga: Dukung Jokowi, SBY: Jangan Sering Salahkan Pemerintahan Saya)
Sebelumnya SBY mengaku siap menjadi Ketua Umum Demokrat karena dorongan dan dukungan dari para kader. "Saya dengar apa yang kader sampaikan agar saya bersedia memimpin kembali Partai Demokrat. Manakala itu harapan dan permintaan dari mayoritas kuat para kader Insya Allah saya terima dan akan saya jalankan," kata dia.
Deklarasi ini sekaligus mengamini pernyataan mayoritas elite Demokrat yang menghendaki SBY kembali memimpin demi mengembalikan kejayaan partai seperti saat memenangkan Pemilu 2009. (pit)