Pertama, menteri harus mendasari kerjanya dengan mengikuti Nawa Cita sebagai visi Jokowi dalam pemerintahan. Kedua, Nawa Cita tersebut harus diimplementasikan lewat program kerja yang memiliki pencapaian terukur.
Ketiga, kata Taufik, perlu ada inovasi dalam setiap program dan kebijakan yang dibuat menteri. "Oke semua menteri pasti punya program, tetapi kalau biasa-biasa saja, tidak ada inovasi atau gebrakan yang bisa disebut sebagai prestasi, tentu enggak akan menjadi catatan kami. Jadi penting bagi menteri untuk membuat prestasi," ujar Taufik kepada CNN Indonesia, Senin malam (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella menambahkan, para menteri Kabinet Kerja juga harus mengimbangi gerak cepat Jokowi. Karena selama ini Jokowi dikenal melakukan aktivitas dan mengambil kebijakan yang serba cepat. Meski dalam beberapa hal, sejumlah pihak menilai Jokowi lambat merespons persoalan.
Rio menuturkan, waktu enam bulan sejak dilantik pada 27 Oktober 2014 sudah cukup untuk bisa menilai kinerja menteri Kabinet Kerja. "Bisa dinilai menteri mana yang bisa menerjemahkan cara kerja Jokowi ke dalam cara kerja mereka," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akan menghelat pertemuan dengan Jokowi untuk mengusulkan reshuffle Kabinet Kerja. Pertemuan akan dilakukan pekan ini menanti jadwal Presiden. (rdk)