"Belum terlihat kedudukan Bang Luhut sebagai staf kepresiden dalam memberikan pikiran-pikiran di sektor ekonomi," ujar Victor. (Baca juga: Sutiyoso: Pertemuan di Rumah Saya Bahas Usul Reshuffle)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bang Luhut itu praktisi ekonomi. Kalau memang tidak bisa memandu, berarti salah juga itu tempatnya," katanya.
Tidak berhenti disitu, Victor bahkan menilai memburuknya kondisi perekonomian di Indonesia terjadi karena adanya dualisme komando antara Luhut dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Bisa saja ini (pelambatan) di sektor ekonomi karena koordinasi presiden dan wakil presiden juga terkendala karena ada peran serta kepala staf presiden. Sinergitas itu tidak terjadi," ujar Victor. (Baca: KIH Ajukan Usul Reshuffle Menteri kepada Jokowi Pekan Ini)
Ia menilai Luhut memiliki peran dan wewenang yang lebih, sehingga terjadi overlapping terutama di sektor ekonomi. "Dia tidak tidak berada posisi yang secara konstitusi itu masuk, tapi dia diberikan kewenangan yang lebih," jelasnya. Peran staf presiden, menurutnya, "melampaui wakil presiden dalam pengawasan pembangunan terutama di sektor ekonomi.
Oleh sebab itu, Victor menilai ada sejumlah hal yang perlu dilakukan oleh Presiden Joko Widodo terutama setelah semakin santernya terdengar wacana perombakan Kabinet Kerja. Salah satunya menjelaskan apa saja perkerjaan dan wewenang Luhut selaku Kepala Staf Kepresidenan. Itu dipersiapkan untuk mencegah terjadinya overlapping. "Kemudian mengembalikan tugas kewenangan wakil presiden sebagai pembantu utama dalam pengawasan pembangunan," kata Anggota Komisi I DPR ini.
Selain itu, juga benar-benar mengevaluasi para menteri yang menangani perekonomian, yang tidak memiliki kemampuan untuk mengemban tugas yang diberikan oleh Presiden Jokowi. (sip)