"Telah ada suatu formula agar semua daerah tetap mendaftarkan bersama-sama di DPP Golkar," kata Ical usai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, Sabtu malam (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati telah menemui formula yang tepat untuk diterapkan menghadapi pilkada serentak, Ical enggan menjelaskan secara detail. Dia hanya mengatakan, masalah dualisme kepengurusan Partai Golkar telah usai setelah kedua kubu sepakat bersatu sehingga DPD Golkar bisa mengakomodir pencalonan kepala daerah yang akan diproses ditingkat pusat oleh DPP Golkar.
Sebagaimana diketahui, Agung Laksono mengaku siap islah dengan kubu Ical. Islah perlu dilakukan untuk memperkuat kesiapan partai beringin menghadapi pilkada serentak akhir tahun ini.
Menurut Agung, islah juga bisa memastikan Golkar ikut serta dalam pilkada. "Kami sadari dan siap untuk islah demi hadapi Pilkada ini," ujar Agung di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (20/5).
Agung juga mengaku siap menjaga komunikasi yang baik demi kepentingan partai terutama kader-kader partai beringin. "Bilamana ada rundingan soal itu, ya masih bisa dilakukan. Intinya adalah untuk memastikan Golkar ikut pilkada," tuturnya.
Dualisme kepengurusan dalam tubuh Golkar menjadi ganjalan keikutsertaan mereka dalam pilkada. Perkembangan terakhir mengenai polemik dua kubu di Golkar itu adalah ketika Majelis Hakim PTUN memutuskan menerima sebagian gugatan kubu Ical. Majelis Hakim menyebut, Surat Keputusan Menteri Hukum yang mensahkan kubu Agung adalah tidak sah. (rdk)