"Seharusnya partai berlandaskan Islam lebih dulu islah dari pada Golkar. Karena diajarkan untuk bisa diselesaikan dengan cepat," ujar Hasrul di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/5).
Hasrul memuji langkah yang diambil oleh para petinggi Golkar demi tercapainya islah tersebut. Diketahui, Golkar tinggal meresmikan islah terbatas besok malam di kantor DPP di Slipi, meskipun terbatas hanya untuk Pilkada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PPP versi Munas Jakarta, Achmad Dimyati Natakusumah, mengatakan pengurus PPP di bawah kepimpinan Ketua Umum Djan Faridz bisa saja menempuh islah sesaat dengan kubu PPP hasil Muktamar Surabaya pimpinan PPP Romahurmuziy.
Dimyati pun mengatakan pada 30 Mei nanti pihaknya akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional di Cipayung, Bogor, Jawa Barat dengan agenda pentingnya persiapan menghadapi pilkada. Anggota Komisi I DPR ini mengingatkan pentingnya PPP ikut pilkada demi kepentingan yang lebih besar. (Baca juga: Dua Opsi Lain agar Golkar dan PPP Bisa Ikut Pilkada)
Islah, lanjut Dimyati, bakal ditempuh jika sampai akhir Juni mendatang tidak ada keputusan hukum yang tetap. Dimyati optimistis keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara nanti bakal menguatkan keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang membatalkan Surat Keputusan Kemenkum HAM yang mengesahkan kepengurusan PPP hasil Muktamar Surabaya.
Keinginan islah agar bisa ikut pilkada itu direspons positif oleh PPP versi Muktamar Surabaya. Ketua DPP PPP kubu Romahurmuziy, Arsul Sani, menyatakan pihaknya siap untuk islah demi bisa ikut pilkada.
Hanya saja, anggota Komisi III DPR itu menyebutkan keputusan hasil banding PPP kubu Romahurmuziy di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara kemungkinan tidak lama lagi bakal keluar. Upaya islah, kemungkinan akan dilakukan usai keluarnya putusan itu. “Diperkirakan sekitar pertengahan Juni nanti,” ujar Arsul. (hel)