"Itu ada kamar sendiri untuk menelaah apakah keterlibatannya aktif atau pasif, atau hal yang menjadi unsur pidana," kata Effendi, Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan tragedi Kudatuli, Effendi mengatakan dirinya memang sangat berharap agar masalah tersebut dapat segera dituntaskan. Effendi berharap agar latar belakang dan fakta sejarah atas kejadian tersebut dapat terungkap. Menurutnya tragedi itu bukan hanya bencana bagi PDI Perjuangan saja, namun juga bagi Indonesia. (Lihat Juga: Pengamat Intelijen Ragukan Kapabilitas Sutiyoso)
Sutiyoso yang saat itu menjabat sebagai Panglima Daerah Militer Jaya diduga memimpin penyerangan.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin mengatakan dirinya nanti akan memberikan saran kepada Sutiyoso agar tidak menggunakan sistem pendekatan intelijen seperti pada Kudatuli yang lalu.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan yang diperkirakan akan dilakukan pada pekan depan ini, TB Hasanuddin mengatakan dirinya pun akan mempertanyakan sistem apakah yang nantinya akan digunakan oleh mantan Gubernur Jakarta itu pada saat memimpin badan intelijen nanti. (utd)