"Kalau ngotot menggolkan, tidak apa-apa. Kami tidak akan pakai karena kami sudah menolak," ujar Viktor, Selasa (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di DPR, Fraksi Hanura memiliki 16 anggota. Dengan pagu Rp 20 miliar per tahun untuk setiap anggota, maka Rp 320 miliar tidak akan dicairkan untuk membangun daerah pemilihan dari setiap anggota fraksi partai besutan Wiranto ini. Bila ditotal dari NasDem dan Hanura, ada uang negara sebesar Rp 1,040 triliun yang tidak akan digunakan sebagai dana aspirasi per tahun.
Atas penolakan NasDem, Hanura, dan belakangan Fraksi PDIP, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Tim UP2DP Taufik Kurniawan sebelumnya mengatakan, terlambat bagi anggota dewan untuk menolak rencana UP2DP. Taufik mengingatkan usulan program pembangunan telah dibacakan pada paripurna 17 Februari lalu.
Berdasarkan risalah resmi paripurna DPR, dalam rapat 17 Februari itu dihadiri oleh 31 dari 36 anggota Fraksi NasDem, serta 13 dari 16 anggota Fraksi Hanura tercatat hadir dalam rapat paripurna itu.
Taufik juga menyebut, pengesahan pembentukan Tim UP2DP telah dilakukan dalam rapat paripurna yang diadakan pada 20 Mei lalu. Saat itu, rapat paripurna sesungguhnya memiliki agenda keterangan pemerintah yang disampaikan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengenai pokok-pokok pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2016; laporan tim implementasi reformasi DPR; dan penetapan struktur tim mekanisme penyampaian hak mengusulkan dan memperjuangkan program pembangunan daerah pemilihan.
Sebanyak 23 anggota Fraksi NasDem dan 10 anggota Fraksi Hanura tercatat hadir dalam rapat paripurna itu. (rdk)