“Nasib menteri itu sebenarnya tergantung pada hubungan Jokowi dan Teuku Umar (kediaman Megawati di Jakarta). Terlepas dari apapun, menurut saya keputusan Jokowi mengenai kabinet pasti mempertimbangkan apa kata Megawati,” kata Qodari di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, mendengar ucapan Megawati bukan berarti Jokowi akan langsung menambah jatah kursi menteri untuk partainya. Qodari memprediksi status PDIP sebagai partai penguasa tak bakal banyak mempengaruhi keputusan Jokowi dalam menambah atau bahkan mengurangi jatah menteri untuk mereka.
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan partainya mendorong Presiden Jokowi mengedepankan aspek proporsionalitas dalam merombak kabinet. “Wajar jika PDIP sebagai partai pemenang pemilu punya alokasi (jumlah menteri) terbesar. Jika Pak Jokowi mengambil kebijakan menambah menteri dari PDIP, kami menyiapkan sebaik-baiknya,” kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.
Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah juga mengatakan partainya layak untuk mendapat tambahan lima kursi menteri di kabinet. (Baca juga: Dengar Rini akan Digeser Jokowi, PDIP Siapkan Menteri Pengganti)
Sumber CNN Indonesia menyatakan ada 17 menteri yang telah dievaluasi Istana. Dari jumlah itu, empat menteri telah ditandai dan diusulkan untuk diganti karena dinilai berkinerja buruk.
Keempat menteri itu seluruhnya jajaran bidang ekonomi, yakni Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago.
Kamis pekan lalu (18/6), Jokowi sudah menyebut ada kementerian yang mendapat rapor merah. Hal itu ia sampaikan usai seluruh kementerian mengumpulkan laporan kinerja periode November 2014-Mei 2015 sekaligus laporan perencanaan periode Juni-November 2015. Jokowi mengatakan selalu mengevaluasi kinerja menterinya melalui berbagai laporan dan melihat hasil kerja mereka di lapangan. (agk)