"Sang pembicara menggambarkan dia sang arsitek presiden mulai Pilpres hingga saat ini. Dia memposisikan dia konseptor dan sutradara presiden," ujar Basarah, Selasa (30/6). (Baca juga: Rini Soemarno Menyatakan Bersyukur jika Diganti)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengatakan hal ini dapat membayakan Kabinet Kerja karena adanya pembantu presiden yang merasa dirinya di atas bahkan mampu mengendalikan seorang kepala negara dan pemerintahan.
"Sepenuhnya presiden untuk bersikap dalam keputusan pemerintahan," ucap Pramono.
Selain itu, Pramono mengatakan perkara menteri yang merendahkan Presiden Jokowi seperti yang disampaikan pertama kali oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ini, akan menjadi bahan pertimbangan sendiri bagi Presiden Jokowi dalam mengambil sikap untuk menertibkan yang bersangkutan.
Sebelumnya, Pramono mengatakan rekaman pembicaraan menteri yang melecehkan presiden, sudah diketahui oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sejak beberapa waktu lalu.
Pramono pun mengatakan, dirinya bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto telah mengetahui rekaman itu sejak tiga minggu silam.
Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini mengatakan rekaman pembicaraan dalam suatu forum itu berdurasi selama kurang lebih 15 menit. Menurutnya, rekaman tersebut berisikan pembicaraan dengan materi dan pernyataan yang sensitif.
BACA FOKUS: Siapa Terdepak dari Kabinet Jokowi? (hel)