Namun, angka tersebut menurun menjadi Rp 2,01 triliun dalam rencana anggaran BIN 2016.
"Itu sangat kecil. Padahal BIN adalah lini terdepan dalam keamanan negara," ujar Sutiyoso usai melakukan uji kelayakan dan kepatutan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/6). (Baca juga: Sutiyoso 'Dipermak' Jadi Kepala BIN Setelah Lebih 50 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sutiyoso mengatakan karena luasnya ruang lingkup kerja dari BIN. Menurutnya, anggaran yang ada saat ini pun masih terlalu kecil untuk memenuhi gaji pegawai, dan juga operasional BIN. (Baca juga: Sutiyoso, Jenderal Lapangan yang Jadi Spion Jokowi)
Mengenai permintaan tambahan anggaran, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengakui hal tersebut telah disampaikan oleh Sutiyoso dalam uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Dalam pemaparan visi dan misi, Mahfudz mengatakan bahwa Sutiyoso menilai anggaran yang direncanakan untuk 2016 diperkirakan belum dapat mendukung perealisasian program-programnya. "Beberapa program memerlukan anggaran besar, anggaran Rp 2 triliun ini sangat kecil," ucap Mahfudz.
Hal serupa diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais. Menurutnya, anggaran BIN di masa kepemimpinan Sutiyoso nanti layak untuk mendapatkan perhatian lebih.
BACA FOKUS: Ujian Buat Bos Intel Jokowi (hel)