Arie mengatakan selama ini sorotan publik kepada parlemen sudah cukup tajam. Namun para legislator sama sekali tidak memerhatikan sorotan tersebut. DPR juga benar-benar belum melakukan tugas dan fungsi utama selaku pengawas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukannya mereview budget, malah minta budget," tuturnya.
Kedua, DPR harus berusaha untuk mengembalikan legitimasi rakyat yang telah merosot. Ketiga, para legislator pun harus mulai membuat ukuran kerja dan target sehingga ketiga fungsi DPR dapat dilakukan dengan baik.
Masa sidang keempat Dewan Perwakilan Rakyat resmi berakhir. Dalam pidato Ketua DPR Setya Novanto kemarin (6/7), dapat terlihat DPR sama sekali tidak menghasilkan produk di bidang legislasi.
Setya mengatakan, sejumlah hal telah dilakukan DPR di bidang legislasi, seperti mengevaluasi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2015, menyetujui rancangan undang-undang (RUU) usul inisiatif DPR, mengharmonisasi RUU, dan menerima RUU usul pemerintah. Namun tidak ada undang-undang yang disahkan dalam masa sidang keempat ini.
Sebanyak 39 rancangan undang-undang masuk dalam prolegnas prioritas 2015. Namun hingga saat ini, DPR baru mengesahkan dua undang-undang, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah, dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah. (rdk)