Lebih dari lima penanya secara bergantian memaparkan pertanyaannya kepada sang Kepala Negara. Ada yang bertanya soal kemudahan izin usaha, penyerapan anggaran, pajak real estate, ketahanan pangan, dan lain sebagainya.
Namun, tak seorang pun menyinggung soal reshuffle menteri, terutama menteri di bidang perekonomian seperti santer dikabarkan akan menjadi target perombakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikan pada acara Silaturahmi dengan Dunia Usaha 'Presiden Menjawab Tantangan Ekonomi' yang digelar oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Ruang Cendrawasih, Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (9/7).
Menanggapi hal tersebut, Jokowi menekankan hanya dia yang mengetahui hasil dari rapor para menterinya. Laporan kinerja para menteri ini diminta Jokowi disebut-sebut karena adanya rencana perombakan kabinet yang akan dilakukan setelah Lebaran.
Beberapa menteri dinilai publik kurang menunjukkan kinerja yang kurang baik. Salah satu yang disoroti adalah menteri di bidang perekonomian karena dinilai tidak cukup responsif menjaga kestabilan harga-harga pokok.
Jokowi juga sempat menyebutkan, penilaian kinerja seluruh kementerian dikategorikan dengan nilai merah, kuning, dan hijau. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto pun memastikan presiden memutuskan sendiri perkara penilaian tersebut.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno berpendapat, melalui laporan tersebut Presiden ingin tahu kementerian mana saja yang masih harus mendapat pengawalan dan menteri mana saja yang sudah bisa bekerja secara mandiri. (sip)