Salah satu faktor pemicu konflik, menurut Badrodin, adalah kepengurusan ganda partai politik. "Daerah-daerah yang kepengurusan partainya ganda, itu bisa terjadi konflik," ujarnya di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, Badrodin menyebut beberapa daerah sebagai tempat yang dianggap rawan. Di antaranya adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Diketahui, dua partai politik Indonesia memiliki kepengurusan ganda, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golongan Karya (Golkar). Partai Golkar terbagi menjadi kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Kedua kubu telah bersepakat melakukan islah terbatas demi memuluskan jalannya menuju Pilkada. Sementara itu, PPP terbagi ke dalam kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy. (meg)