Pasha diusung oleh Partai Amanat Nasional. Vokalis Ungu itu bukan tiba-tiba menggunakan PAN sebagai kendaraan politiknya. Dia telah bergabung dengan PAN sejak 2013, saat masa kepemimpinan Hatta Rajasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun realisasi dari pembicaraan itu sempat mandek lantaran PAN menganggap 'daya jual' Pasha mestinya dimanfaatkan untuk mendulang suara di kota yang lebih besar. Namun Pasha berkukuh dengan keinginannya mencalonkan diri di Palu.
Pria kelahiran 1979 itu mengatakan telah memetakan program kerja untuk membenahi Palu. Jika terpilih memimpin Palu, Pasha memastikan bakal menghadapi banyak pekerjaan rumah yang harus dia rampungkan.
Menurut Pasha, dia ingin menjadi pemimpin yang tidak pilih kasih. Semua kepentingan rakyat apapun kelompok atau golongannya, kata dia, harus menjadi prioritas.
Terkait karier bermusiknya, Pasha sudah mengemukakan niatnya mundur dari Ungu. Dia menjamin Ungu tak bakal bubar meski dia tinggalkan. (agk)