"Kalau Gusti Allah maunya seperti itu bagaimana. Aku nggak rugi kok. Dikira enteng menjadi wali kota Surabaya? Abot (berat)," ujarnya di Jakarta, Selasa (4/8).
Risma mengaku tidak tahu-menahu jika ketiadaan pasangan bakal calon kepala daerah lain di Surabaya merupakan sebuah skenario politik untuk menjegal langkahnya melanjutkan kepemimpinan di Surabaya. (Baca: PKB: Kami Tak Usung Risma karena Ada Calon Sendiri)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risma mengatakan, peraturan undang-undang tidak memungkinkan dirinya memimpin Surabaya dengan status pelaksana tugas wali kota. Untuk itu, Risma mengaku akan menyelesaikan beberapa persoalan menahun di Surabaya sebelum ia melapaskan jabatannya.
Risma menuturkan, ia akan menerobos hal-hal yang menghambat pelayanan publik. Ia berjanji akan langsung turun tangan menyelesaikan persoalan-persoalan seperti minimnya jumlah dokter di rumah sakit daerah dan pengadaan pembangkit listrik tenaga biomassa.
"Kemarin aku mengontrol apa-apa yang penting untuk belanja seperti PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Jadi sekarang saya lebih ke arah, saya ingin meninggalkan yang terbaik untuk rakyat Surabaya," ujarnya. (obs/obs)