Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella membenarkan bahwa dirinya juga menerima pesan dari nomor ponsel Tedjo terkait permintaan maaf tersebut.
“Memang beberapa teman NasDem mendapat kiriman broadcast pesan dari Pak Tedjo. Itu memang nomor Pak Tedjo yang mengirimkan pesan. Kami sendiri tidak tahu apakah dia di-reshuffle atau tidak,” tutur Patrice kepada CNN Indonesia hari ini, Rabu (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Tedjo, pejabat asal NasDem lainnya adalah Menteri Kabinet Kerja asal Partai NasDem yaitu Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursidan Baldan, dan Jaksa Agung M Prasetyo.
Tedjo adalah salah satu menteri yang disorot karena dianggap gagal dan pernyataannya memicu kekecewaan masyarakat. Pernyataan paling kontroversi muncul ketika Tedjo belum genap tiga bulan menjabat menteri, 24 Januari 2015.
Kala itu ramai-ramai masyarakat dari berbagai kalangan mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendukung lembaga itu dari perseteruan dengan Polri. Tedjo menyebut dukungan rakyat kepada KPK versus Polri sebagai dukungan dari rakyat yang tidak jelas.
“KPK berdiri sendiri dia. Kuat dia. Konstitusi yang akan mendukung, bukan dukungan rakyat enggak jelas itu,” tutur Tedjo. (rdk)