“Sementara ini Luhut belum akan diberhentikan sebagai Kepala Staf Presiden, namun akan segera diberhentikan (dari Kepala Staf Presiden),” kata anggota Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8).
Selanjutnya, menurut Teten, Kepala Staf Presiden akan diisi oleh seorang Pelaksana Tugas untuk menghindari kekosongan pimpinan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut sendiri yakin rangkap jabatan yang kini disandangnya tak bakal menyulitkan dia. “Biasa-biasa saja,” kata Luhut usai dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sebelum dilantik menjadi Menkopolhukam menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno hari ini, Luhut menjabat Kepala Staf Presiden sejak akhir Desember 2014. Pada pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Luhut menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Ia juga pernah menjadi Duta Besar RI untuk Singapura.
Namun karier Luhut sesungguhnya bermula dari militer. Dia lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan 1970 dan meraih penghargaan Adhi Makayasa. Selama menjadi tentara, Luhut banyak menghabiskan hidupnya di Korps Komando Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat. Luhut bahkan pendiri sekaligus komandan pertama Sat-81/Gultor –satuan khusus penanggulangan terorisme di Kopassus. (agk)