Diketahui dalam pidatonya, Jokowi mengatakan konsolidasi demokrasi telah diraih dan kini saatnya menjaga kepentingan nasional dan transformasi fundamental perekonomian nasional.
Sohibul mengatakan salah satu ciri telah terkonsolidasinya demokrasi Indonesia apabila seluruh lembaga negara telah mengalami kematangan institusional. "Kami merasakan lembaga negara ini belum mengalami kematangan institusional," ujar Sohibul di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Komisi Keuangan DPR RI ini mengakui demokrasi di lembaga legislatif ini belum terkonsolidasi secara baik. DPR pun belum matang secara institusi. Ia mengatakan DPR memiliki aturan main yang tertuang dalam kode etik.
Ada pun yang menjadi salah satu contoh dugaan pelanggaran etik adalah insiden pemukulan yang sempat terjadi di Komisi VII DPR pada April lalu di tengah rapat, Anggota Komisi VII fraksi PPP Mustofa Assegaff dan Wakil Ketua Komisi VII fraksi Partai Demokrat Mulyadi terlibat baku hantam di balik ruang sidang.
Aksi tersebut bermula dari tidak terimanya Mustofa yang dikritik Mulyadi lantaran terlalu lama mengajukan pertanyaan ke jajaran kementerian yang dipimpin oleh Menteri ESDM Sudirman Said.
"Kalau masih ada pelanggaran, itu artinya lembaga belum matang," katanya. (pit)