Pandangan tersebut disampaikan menyusul kritik yang dilontarkan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli ke publik yang menyebutkan bahwa proyek pembangunan listrik 35 ribu megawatt sebagai proyek ambisius. (Lihat Juga: Beda Menteri, Beda Gaya Bicara Kabinet Kerja)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puan menyebutkan, seharusnya arah koordinasi dilakukan dari atas ke bawah dan bawah ke atas. Dalam pemerintah, dari kementerian/lembaga kepada menteri koordinator, sehingga nantinya bisa memiliki persamaan visi dan misi serta sinergi yang berkaitan dengan program ke depan.
Senada dengan Puan, Pramono menilai jika ada kegaduhan sebaiknya disembunyikan.
"Kalau kegaduhan supaya enggak gaduh disembunyikan, diheningkan," ujar dia.
Pram menekankan, semua persoalan lebih baik dibahas dalam meja rapat, alih-alih mengungkapnya ke publik.
"Jadi meja rapatlah yang jadi tempat untuk berbeda," kata dia.
Pram lantas mencontohkan ketika ada perbedaan pendapat antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama soal proyek Light Rail Transit (LRT). Perbedaan pendapat itu akhirnya diselesaikan di meja rapat.
"Perbedaan yang diselesaikan di meja rapat itu bagus dan akan ditradisikan," ujar dia.
(utd)