"Nanti saya interupsi dia di rapat paripurna," ujar Yandri saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (4/9).
Yandri menilai kunjungan dan selfie Setya dengan Trump yang muncul setelahnya berpotensi memunculkan keberpihakan. Pertemuan tersebut, kata Yandri, dapat diterjemahkan secara luas, mulai dari urusan bisnis hingga politik.
"Dia pimpinan lembaga terhormat. Seharusnya ekstra hati-hati," kata Yandri.
Sebelumnya, dalam siaran pers dengan Komite Nasional Partai Republik, RNC di Trump Tower di Manhattan, New York pada Kamis (3/9), kandidat calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperkenalkan Setya Novanto kepada publik. Setya dilaporkan hadir di acara itu bersama dengan rombongannya, termasuk Wakil Ketua DPR, Fadli Zon.
"Hadirin, ini adalah orang yang sangat luar biasa, Ketua DPR dari Indonesia, Setya Novanto. Salah satu orang yang paling berpengaruh dan dia ke sini untuk bertemu dengan saya. Kita akan melakukan hal yang luar biasa untuk AS, benar?" kata Trump kepada Setya, dalam rekaman video yang beredar di YouTube.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]