Sekjen PKS Taufk Ridlo saat berbincang dengan CNN Indonesia, Selasa (15/9) menyatakan ada dua alasan mengapa PKS tetap menjadi partai oposisi.
Alasan pertama, Taufik menyebutkan PKS ingin menyontohkan penghormatan atas fatsun atau etika politik. Dia menyebutkan, pembentukan Koalisi Merah Putih (KMP) yang terdiri dari partai-partai di luar pemerintah atau oposisi adalah melalui kesepakatan bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan kedua, Taufik menilai menjadi oposisi tetap relevan dalam kondisi politik dan pemerintahan Indonesia saat ini. Taufik menyatakan, menjadi oposisi berarti menjadi penyimbang terhadap pemerintah. PKS, sebutnya akan lebih jernih dalam melihat persoalan atau isu dalam posisi seperti ini.
Menjadi oposisi di sistem pemerintah presidensiil seperti Indonesia, tutur Taufik tidak perlu ditakuti. Pasalnya presiden tidak bisa dijatuhkan oleh parlemen.
Ini berbeda dengan sistem pemerintahan parlementer di mana jika parlemen sudah mengeluarkan mosi tidak percaya, maka pemerintah atau presiden bisa dijatuhkan.
Secara praktik politik keseharian di DPR, Taufik menyebut tidak akan ada perbedaan yang signifikan dari sebelumnya. PKS dan KMP sebutnya akan mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi jika itu baik dan akan mengkritik jika itu dinilai tidak baik bagi rakyat sebagaimana yang dilakukan sebelumnya.
Taufik malah menyebut, hampir dalam segala persoalan, PKS dan KMP mendukung Jokowi. Dia menyebut mulai soal pergantian Kapolri, Kepala BIN, Panglima TNI dan beberapa isu lainnya.
Meski demikian, Taufik menyebut politik adalah ketidakpastian (uncertainty). Sikap politik PKS ini disebutnya merupakan keputusan Majelis Syuro PKS. Jika PKS ingin melakukan perubahan atas sikap politiknya ini, maka tidak bisa diputuskan oleh salah satu pihak, atau satu orang saja. Keputusan itu harus dibuat oleh majelis syuro. (hel)