"Wakil rakyat itu harus memperjuangkan keinginan atau cita-cita rakyat, bukan ingin memperjuangkan kepentingan pribadi," kata Uchok dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10).
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) itu mencontohkan rencana kenaikan tunjangan anggota dewan, yang dilakukan secara diam-diam di saat kinerja masih memprihatinkan dan jauh dari kata memuaskan. "Gaji dan tunjangan mahal, dan tinggi, tapi prestasi dalam kerja masih minim sekali," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai setahun setelah DPR 2014-2019 bekerja diketahui baru ada 3 produk legislasi yang dihasilkan. Padahal, terdapat 37 RUU yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) khusus tahun ini.
Menanggapi minimnya jumlah UU yang dihasilkan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan bahwa parlemen bukan pabrik undang-undang. Ia menilai meski fungsi legislasi di DPR mendapat sorotan publik target prioritas Program Legislasi Nasional bukan urusan angka.
Politisi Parta Gerindra itu menyatakan tidak semua RUU yang masuk dalam Prolegnas mesti disahkan sebagai Undang-Undang. Sebab pada dasarnya semua usulan RUU yang ada di DPR bisa diterima, bisa juga ditolak.
"Kritik itu memang selalu ada. Tapi kalau misalnya menilali legislasi dari angka, itu salah," kata Fadli di Kompleks DPR RI. (adt)