"Pak Fahri dipanggil untuk hadir ke MKD pukul satu siang ini, atas laporan Pak Inas komisi VII soal penggunaan istilah bloon atau semacamnya itu," kata Junimart di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/10).
Junimart menjelaskan dalam pemanggilan ini, MKD akan meminta penjelasan kepada Fahri soal pernyataannya yang menimbulkan kontroversi di kalangan anggota dewan itu. Ada pun anggota dewan yang membuat laporan ke Mahkamah Dewan adalah anggota komisi VII dari Fraksi Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir.
Lihat juga:Fahri Hamzah: Jangan Fitnah Setya Novanto |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Fahri menjawab kritik dari Ray dan menjawab latar belakang soal tujuh proyek tersebut. Lantas ia mengatakan dalam sistem demokrasi masih terdapat celah orang yang tidak cerdas untuk menduduki kursi parlemen. Berikut adalah sepenggal pernyataan Fahri yang beredar videonya di jejaring sosial You Tube.
"Orang dalam demokrasi itu tidak dipilih karena disukai oleh pimpinan negara atau ditunjuk oleh presiden, tapi dipilih oleh rakyatnya sendiri. Bukan karena dia cerdas, tapi rakyat suka dia, makanya kadang-kadang banyak orang juga datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada bloon begitu," ucap Fahri kala itu.