Win mempersoalkan tuduhan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang menyebut pengunaan dana aspirasi untuk realisasi belanja operasional dalam kegiatan penyerapan dan penghimpunan aspirasi konstituen tidak didukung laporan kegiatan yang memadai.
Menurut Win, kritik boleh saja dilakukan. Dengan catatan kritikan itu dilayangkan untuk tujuan membangun kinerja anggota dewan lebih baik. Pasalnya tidak semua anggota dewan memiliki kinerja buruk sebagaimana yang dipersepsikan masyarakat selama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengeluaran belanja atas beban anggaran belanja negara itu mendapat sorotan lantaran dianggap tidak didukung laporan kegiatan yang memadai. Namun Win memastikan semua kegiatan dan pengeluaran duit anggota dewan selama ini bisa dipertanggungjawabkan.
"Banyak kok yang memenuhi persyaratan dan kami selama ini selalu mendapat WTP (wajar tanpa pengecualian). Itu tidak mudah. Kalau memang pertanggungjawaban belum lengkap, kami akan minta lengkapi lewat TA atau Sespri-nya," kata Win. (sur)