Menurut Supiyadin, bela negara memang berbeda dengan sistem wajib militer. Salah satunya, wajib militer memiliki kurikulum pasti. Contohnya Sekolah Perwira Cadangan TNI Angkatan Darat (Spacad).
"Dulu Spacad kan ada (kurikulum) hingga enam bulan. Wajib militer ada latihan keprajuritan dan kemiliteran. Bela negara hanya keprajuritan," ujar Supiyadin di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisa saja, kata Supiyadin, ada latihan menembak. Tapi ia menduga jika pun ada, itu sebatas pengenalan semata. Oleh sebab itu Supiyadin tak khawatir bela negara akan jadi pintu masuk lahirnya separatisme atau terorisme.
Dalam waktu dekat Komisi I akan mengundang Menteri Ryamizard untuk menjelaskan secara rinci program bela negara yang rencananya akan diterapkan pada 19 Oktober di 45 kabupaten dan kota.