Suci saat itu juga mengritik keberadaan bekas Kepala Badan Intelijen Negara Abdullah Mahmud Hendropriyono di ruangan yang sama dengan Jokowi dalam sebuah acara.
Tak disangka, kritikan terakhirnya itu mendapat respons dari Jokowi yang langsung menelponnya. "Kami berdiskusi melalui telepon," kata istri mendiang Munir Said Thalib itu kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terkait aksi cium tangan Megawati, menurut Suci, Jokowi mengaku melakukan hal itu karena sangat menghormati Ketua Umum PDIP itu.
Mendapat kritik tajam tersebut, Jokowi menurut Suci langsung mengalihkan pembicaraan terkesan ingin mengakhiri pembicaraan. (Ikuti FOKUS: Setahun Pemerintahan Jokowi)
Diskusi via telepon itu berlangsung sekitar bulan Mei 2014, sebelum pemilihan presiden. Suci mengaku sebelum Jokowi terpilih ia memang kerap melontarkan kritik melalui SMS kepada Jokowi.
Sebagai sosok yang rekam jejaknya relatif lebih bersih dibandingkan pesaingnya, Prabowo Subianto, Suci merasa perlu memberikan kritik pada Jokowi.
Namun diskusi melalui telepon itu adalah telepon terakhir Jokowi. Sejak saat itu, Suci mengaku tak pernah lagi ditelepon. Apalagi belakangan Jokowi terpilih menjadi Presiden RI.
Sejak saat itu Suci tak pernah mengkritik Jokowi melalui SMS. Ia juga merasa tak perlu dan tak penting untuk bertemu Jokowi. Bahkan pernah sebuah undangan acara yang bakal mempertemukannya dengan Jokowi ditolaknya.
Ilustrasi setahun kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Acara tersebut adalah penganugerahan penghargaan dari Komisi Nasional Hak Asasi manusia (Komnas HAM) pada akhir 2014.
"Saya tidak mau ketemu Jokowi, tidak penting. Saya merasa lebih penting kebijakan dia untuk melindungi masyarakat," kata Suci. Terlebih Suci sama sekali tak mengharapkan penghargaan apapun dari Komnas HAM.
Belakangan kebijakan yang diharapkan Suci dari Jokowi untuk menuntaskan pelanggaran HAM tak kunjung keluar. Setahun memimpin, tak satupun kasus HAM jadi perhatian apalagi disoroti Jokowi.
Malah ada beberapa kasus pelanggaran HAM, dari mulai kasus Tolikara, Lumajang hingga yang terakhir di Aceh Singkil. Menurutnya, jika kasus pelanggaran HAM saja masih terus terjadi hingga kini, bagaimana pemerintah mau menyelesaikan pelanggaran HAM berat masa lalu seperti kasus Munir.
Susilo Bambang Yudhoyono yang dua periode memimpin Indonesia tak mampu mengungkap kasus Munir. "Yang sekarang apalagi," ujar Suci.
Orang tersebut tak lain adalah Hendropriyono yang jadi salah satu tim sukses Jokowi. "Yang sudah jelas (Hendropriyono) tidak dibawa ke pengadilan, malah Pollycarpus (pembunuh Munir) dibebaskan," katanya.
Karena itu Suci mengaku tak lagi berharap Jokowi bisa menuntaskan kasus HAM, terutama pembunuhan suaminya. Optimisme menurutnya memang masih ada, tapi bukan untuk pemerintah, melainkan untuk Indonesia. (sip)
Ilustrasi setahun kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Fajrian)