"Kalau menurut Fraksi PAN, bukan juga setiap pembangunan di DPR itu haram, perlu juga ada peningkatan fasilitas, peningkatan kebutuhan lain yang menunjang kinerja," kata Yandri di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelaksanaanya, Yandri mengatakan pembangunan harus berjalan transparan, mulai dari proses tender awal hingga pengumuman pemenangnya. Dia menegaskan tidak boleh ada satu rupiah pun yang diselewengkan atau digelembungkan dalam anggaran pembangunan gedung ini.
"Kalau dilaksanakan nanti, KPK dan penegak hukum lain, saya sarankan ada memorandum of understanding (MoU), untuk mengawasi rupiah per rupiah," ujar Yandri.
Ditemui terpisah, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto juga sepakat penggunaan anggaran pembangunan gedung sebesar Rp740 miliar harus transparan dari proses tender hingga akhir.
"Tentu ini harus dilaksanakan dengan transparan karena sudah banyak diketahui oleh publik. Jadi DPR harus transparan mulai dari pelaksanaan sayembaranya, tendernya, dan lain sebagainya," ujar Agus.
Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti sebelumnya, mengamini pihaknya menjadi salah satu pengusul yang mendukung pembangunan gedung baru.
"Saya pribadi yang mendesak penambahan ruang kerja untuk anggota dewan. Gedung yang ada saat ini tidak cukup menampung para anggota dewan. Jadi menurut saya pribadi, ruang kerja itu perlu," kata perempuan yang akrab disapa Win itu di Gedung DPR, Senin (2/11).
(obs)