Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Pareira mengatakan perlu adanya evaluasi dalam perencanaan dan pembiayaan pembangunan.
Selain itu, dia juga menyoroti besarnya pembiayaan negara dalam penyertaan modal negara (PMN) ke BUMN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Maman, Imanul Haq, turut menyoroti koodinasi antar kementerian. Dia memberikan contoh pada saat menangani banyaknya masalah haji tahun ini.
Anggota Komisi Agama ini mengakui haji merupakan bagian utama dari Kementerian Agama. Namun, koordinasi antar kementerian perlu dilakukan saat menangani masalah haji Indonesia, seperti kasus Mina.
"Ketika ada ratusan meninggal dunia, sulit melihat CCTV. Seharusnya Menlu hadir juga. Jadi semacam ada ego-sektoral yang harus diselesaikan," katanya.
Kemudian, Maman berpendapat perlunya evaluasi terkait reformasi birokrasi. Maksudnya adalah belum adanya reformasi di eselon I dan II kementerian.
"Ada kementerian yang fokus pada sumber daya manusia, tetapi ada pengadaan barang. Ini kan lucu," ujar Maman.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu juga mengkritisi tingginya kasus kekerasan dan seksual pada anak dan perempuan yang terjadi di Indonesia.
"Menteri Yohana memang harus diganti dari awal. Saya Komisi VIII merekomendasikan pergantian menteri itu," katanya.
Terkait reshuffle, Maman menilai posisi yang dimiliki PKB saat ini tergolong aman, seperti Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Marwan Jafar, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi.
"Menurut saya yang dikejar masyarakat bukan Mendes dan Menaker," tuturnya. (meg)