Johnny mengingatkan, reshuffle memang peru dilakukan dengan tujuan memperbaiki masalah politik dan ekonomi negara, sehingga dapat memuaskan masyarakat.
Wakil Ketua Fraksi NasDem menuturkan, Jokowi juga baru aja merombak Kabinet Kerja pada Agustus 2015 lalu. Sehingga, dia mengimbau agar perombakan kabinet tidak dipolitisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, wacana perombakan kabinet jilid II dikabarkan akan dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan, sebelum dilaksanakannya Pilkada pada 9 Desember mendatang.
"Itu kan informasi di luar istana. Bukan program presiden," kata Johnny.
Jumat siang, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah akan fokus pada penanganan politik dan ekonomi, ketimbang mengurusi perombakan kabinet.
Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah semakin dekatnya Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 nanti. Kemudian, perlunya kajian mendalam atas saran dan pendapat elit partai sebelum mengambil keputusan. (pit)