Juru bicara Pansel calon pimpinan KPK Betti Alisjahbana mengaku belum mengatahui agenda pemanggilan malam ini. Namun dia menduga DPR akan meminta informasi terkait profil masing-masing calon pimpinan KPK. Termasuk soal persyaratan yang telah dipenuhi para calon.
"Mungkin mereka ingin tahu proses seleksinya. Semua persyaratan sudah lengkap," kata Betti saat dihubungi CNN Indonesia, siang ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir semua akan hadir, kecuali Ibu Supra yang ada di Jogja karena beliau tidak bisa datang," ujar Betti.
Yenti Garnasih, ahli hukum pidana, ekonomi, dan pencucian; Supra Wimbarti, ahli psikologi SDM dan pendidikan; Natalia Subagyo, ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi; Diani Sadiawati, ahli hukum dan perundang-undangan; Meuthia Ganie Rochman, ahli sosiologi.
Pihaknya berharap akhir bulan ini DPR telah menetapkan lima pimpinan KPK yang telah dipilih. Pasalnya, masa pimpinan KPK saat ini hingga akhir Desember 2015.
Ada delapan orang yang dinyatakan lolos menjadi calon pimpinan KPK. Mereka adalah Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Saut Situmorang; Dosen Fakultas Hukum Unika Atmajaya Surya Candra; Hakim Adhoc Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Alexander Mareata.
Brigjen Pol Basriah Panjaitan; mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Raharjo; Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi KPK Sujanarko; Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK Johan Budi Sapto Pribowo, dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Laode Muhammad Syarif.
Dua calon lainnya, yaitu Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata, yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan, juga harus mengikuti uji kelayakan lagi bersama delapan nama lainnya. (bag)