Anggota Komisi II ini mengatakan, konteks pembahasan saat itu, diawali dengan pembicaraan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Terlebih, kata Epyardi, hampir semua orang yang ditemui rombongan parlemen, terlihat sedikit kecewa akibat kekalahan tender kereta cepat Bandung.
Dalam kesempatan itu, Epyardi menuturkan, rombongan parlemen menyampaikan bahwa ada rencana pemerintah Indonesia, untuk membeli pesawat amfibi dari Jepang. Sehingga, diharapkan Jepang ikut kembali berkompetisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Jepang disebutnya sedikit mempresentasikan pesawat amfibi yang dimilikinya. Namun, Epyardi mengatakan, saat itu rombongan berharap agar pemerintah Jepang lebih kompatibel dalam bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia nantinya.
Selain itu, Epyardi menjelaskan, kunjungan yang juga dalam rangka diplomasi parlemen itu memiliki agenda padat, seperti bertemu dengan mantan PM Jepang, parlemen Jepang dan pengusaha Indonesia yang ada di sana.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, sebelumnya, membantah telah terjadi lobi pembelian pesawat amfibi US-2, oleh Ketua DPR, Setya Novanto, dalam lawatan ke Jepang pekan lalu.
"Tidak ada lobi pesawat, kalau ada yang mengatakan itu, ngawur saja. Kita bicarakan normatif, jadi kalau ada rencana kerjasama dengan pemerintah, ya kita dukung," kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/11). (pit)