Ketua Komisi Pemilihan Umum Papua, Adam Arisoi, mengatakan 49 dari 51 distrik yang terdapat di Yahukimo akan menggelar pilkada dengan sistem noken.
Adam mengatakan KPU Papua harus menerapkan perlakuan khusus terhadap Yahukimo, agar pilkada serentak di kabupaten tersebut berjalan sukses dan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendistribusikan logistik pilkada seperti surat suara ke 51 distrik di Yahukimo, KPU Papua harus menyewa pesawat perintis. Adam berkata, sekali terbang, institusinya harus membayar biaya sewa sebesar Rp39 juta.
Tidak hanya itu, sistem noken yang KPU Papua terapkan juga berpotensi menimbulkan kisruh sosial.
Mencegah pergolakan jelang, selama dan sesudah pilkada, Rabu (18/11) lalu, KPU Papua bertemu dengan jajaran Pemerintah Daerah Yahukimo. Saat ini, menurut Adam, pasukan Polri dan TNI telah diterjunkan ke Yahukimo.
Sejumlah kelompok masyarakat sipil, seperti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, mengkhawatirkan sistem noken yang masih diterapkan di Yahukimo. Berkaca pada pemilihan legislatif dan presiden tahun 2014, mereka menilai sistem noken akan berujung pada sengketa di Mahkamah Konstitusi.
Selain Yahukimo, kabupaten lain di Papua yang akan ikut pilkada serentak adalah Nabire, Keerom, Waropen, Yalimo, Asmat, Boven Digoel, Merauke, Pegunungan Bintang, Mamberamo Raya dan Supiori. (utd)