Kelompok yang menamakan diri Koalisi Bongkar Mafia Parlemen ini menyampaikan tuntutannya pada Minggu (29/11), sehari jelang sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang rencananya akan diadakan besok.
"Ada banyak alasan mengapa Pak Setya Novanto harus mengundurkan diri," kata salah satu pembicara kelompok tersebut, Ray Rangkuti, di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ray juga menyinggung dugaan pelanggaran lain yang dilakukan Setya di luar kasus pencatutan nama Presiden ini. Di antaranya adalah kehadiran Setya dalam pernyataan dukungan terhadap bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dia juga membandingkan dengan sikap anggota DPR lain yang memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya ketika dikaitkan dengan dugaan pelanggaran hukum, misalnya, politikus Demokrat Patrice Rio Capella dan politikus PDIP Andriansyah yang terjerat kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Pak Setya Novanto semestinya sebagai pimpinan punya moralitas yang lebih daripada anggota DPR yang lain," ujarnya.
Seorang perwakilan yang lain, Jeirry Sumampow, mengatakan tuntutan ini disampaika lantaran Setya tidak kunjung menunjukkan niat baik untuk mengundurkan diri.
"Kami tidak melihat ada niatan baik untuk melihat kasus ini sebagai kasus yang merendahkan martabat dewan," kata Jerry.
Bahkan, kata dia, Setya justru mengubah sikapnya terhadap permasalahan ini. Jeirry melihat pada saat kasus ini mengemuka ke publik, Setya seolah mengakui telah berbuat salah.
"Belakangan ketika dia sudah berbicara dengan politisi lain justru menjadi semakin arogan dan melawan. Ini saya lihat ada upaya membalikkan opini.
"Memang Pak Setya ini tidak pantas jadi Ketua DPR," kata Jeirry. (obs)