"Jangan gontok-gontokkan. Semuanya harus bisa menerima hasilnya. Yang kalah ucapkan selamat, yang menang mengayomi," kata Yuddy saat meninjau Kampung Pilkada, Depok Jaya, Pancoran Mas, Rabu (9/12).
Kepada masyarakat, Yuddy mengimbau agar tidak mempersoalkan hal-hal yang tidak perlu. Kendati demikian, ia menegaskan segala bentuk pelanggaran yang bisa terbukti akan segera ditindak.
"Laporan pelanggaran banyak, tetapi kami sudah berikan sanksi pengawasan dan satuan petugas sudah bekerja," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dari 269 daerah yang direncanakan untuk Pilkada serentak, yang diduga ada penyimpangan kewenangan tidak lebih dari 10 daerah. "Skalanya sangat kecil dan sifatnya dugaan," katanya. Misalnya, kata Yuddy, ada dugaan bahwa pegawai negeri sipil (PNS) ikut kampanye.
Di Depok sendiri ada dua pasang calon akan berlaga yakni Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi dan Mohammad Idris-Pradi Supriatna. Keduanya akan memperebutkan kursi yang akan ditinggalkan oleh Nur Mahmudi Ismail yang telah memimpin Depok selama dua periode.
Hari ini, Pilkada serentak dilaksanakan di 264 daerah. Seperti diberitakan sebelumnya, ada lima daerah yang terpaksa menunda Pilkada.
Empat kabupaten dan kota itu adalah Simalungun dan Siantar di Sumatera Utara; Manado, Sulawesi Utara, dan Fakfak, Papua Barat. Sementara itu, provinsi yang tak dapat melangsungkan pemungutan suara secara serentak adalah Kalimantan Tengah. (sur)