"Saya ingin mengajak seluruh rakyat untuk belajar dari sejarah perjuangan bangsa," ujar JK di Jakarta.
Berkaca pada sejarah, kata JK, kemajemukan masyarakat Indonesia seharusnya tidak menjadi hambatan dalam menjalankan program bela negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK berkata, apabila masyarakat dapat menghindari pertentangan akibat perbedaan suku, agama, dan ras, kemajemukan justru dapat menjadi modal pembangunan yang dahsyat.
Hari Bela Negara digagas dari peristiwa pada periode pasca-kemerdekaan, yakni pemindahan pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke Bukittinggi, Sumatera Barat, pada tahun 1948.
Pada Keppres 28/2006, pemerintah menyatakan peristiwa tersebut merupakan wujud nyata upaya mempertahankan kehidupan berbangsa yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. (tyo)