"Waktu saya dengan Pak Jokowi, kami mau mengubah stigma pejabat itu korup dan bodoh. Nah, kami bisa patahkan itu, misalnya seperti model Jokowi masuk kampung dan enggak korupsi," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Senin (28/12).
Ahok berpendapat masyarakat kini sudah cukup pintar dalam memilih pemimpin. Apalagi, kata Ahok, dengan bantuan internet, masyarakat akan dengan mudah melacak latar belakang si calon pemimpin, bahkan hingga sepuluh tahun ke belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menuturkan PNS yang bisa menjadi wakilnya bisa dari kementerian ataupun dari pemprov DKI Jakarta. Ia pun menyatakan pihaknya sudah mulai mencari dan melacak PNS yang bersih dan tidak korupsi.
Ahok pun menyebut bahwa Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah merupakan salah satu PNS yang memenuhi syarat sebagai wakilnya. Pasalnya, Saefullah dinilai telah melakukan tugasnya dengan baik.
"Kalau Sekda mau mencalonkan diri, dia harus berhenti karena peraturannya begitu. Saya justru mau dorong agar semua asisten deputi bisa mencalonkan diri," katanya.
Saat ini telah muncul beberapa nama bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, seperti Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah serta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Nama-nama lain dari Partai Gerindra yang disebut sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta, di antaranya: Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani, pengusaha Sandiaga Uno, anggota DPR RI Biem Benjamin, anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi, dan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik. (obs/obs)