"Perekonomian pelan-pelan merosot dan akhirnya sudah mulai baik walaupun masih pelan. Momentum balik arah jadi momentum putar balik. Ini kalau ada reshuffle mudah-mudahan dilakukan," kata Rizal kepada wartawan di kantornya di Jakarta, Senin (28/2015).
Namun, Rizal enggan membeberkan siapa-siapa saja kemungkinan yang akan menjadi pembantu Presiden Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan empat tahun ke depan. Menuruntnya, menjadi hak penuh Jokowi untuk melakukan bongkar pasang pembantunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden berhak menerima input dari siapa saja, tapi akhirnya presiden yang memilih. Itu (reshuffle) penting supayua momentum pemulihan titik balik ekonomi Indonesia bisa berlanjut dengan cepat tahun depan," ungkap Rizal.
Jokowi sebelumnya kembali menyinggung soal perombakan kabinet atau reshuffle di sela kunjungannya ke sejumlah daerah akhir pekan kemarin.
Saya selalu memantau pembangunan-pembangunan infrastruktur di daerah karena ini sangat penting. Jika saya monitor penggarapan jalan terasa lambat, saya langsung tanya mengapa lambat," ujar Jokowi pada acara silaturahmi dengan para kepala desa seluruh Indonesia di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu pekan lalu.
Jokowi berkata, "Saya beri waktu satu setengah bulan. Jika belum juga dikerjakan, maka saya beri rapor merah (menterinya). Itu yang nanti kena reshuffle. Begitu cara saya bekerja."
Saat itu Jokowi juga menjelaskan dia menilai menterinya dengan memberikan kategori hijau, kuning, dan merah.
Perombakan kabinet jilid kedua ini telah gencar disebut bakal dilakukan Jokowi tak lama setelah sang Presiden melakukan reshuffle pertamanya pada Agustus lalu.
Beberapa saat sebelum melakukan reshuffle jilid pertama, Jokowi meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk memberikan dua halaman laporan berisi capaian program selama enam bulan lalu terakhir, disertai rencana program enam bulan ke depan.
Lihat juga:Jokowi Isyaratkan Perombakan Kabinet |