Tantowi pun menggunakan istilah "ngawur" terhadap pernyataan yang dikeluarkan oleh kader Golkar yang berasal dari kubu Munas Ancol tersebut.
"Itu pernyataan ngawur, anggota DPR dipilih oleh rakyat dan bukan diduduki oleh partai," kata Tantowi kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (2/1).
Menurutnya anggota fraksi Golkar di DPR saat ini dipilih secara langsung oleh rakyart Indonesia. Seandainya para anggota DPR, khususnya dari kader Golkar dianggap ilegal, maka hak rakyat untuk memilih wakilnya telah dihilangkan.
"Anggota DPR adalah representasi partai dan rakyat adalah pemilihnya. Lalu di mana hak dan suara rakyat jika itu (anggota DPR) dianggap tak ada atau ilegal," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan-jangan istilah ilegal itu digunakan oleh mereka yang gagal ke Senayang," kata Tantowi sembari tertawa.
Lihat juga:Golkar Vakum, Agung Ajak Ical Munas Bersama |
Sebelumnya Ketua DPP Golkar hasil Munas Ancol Lawrence Siburian menyatakan, dengan dicabutnya surat keputusan pengesahan kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono menjadikan Partai Golkar tidak memiliki pengurus. Hal ini berimbas pada eksistensi kadernya di Parlemen.
Meski tidak menyebut kata ilegal, Lawrence mengatakan kader Partai Golkar jadi tidak memiliki Fraksi sehingga kebijakan yang dikeluarka juga bermasalah. (sur)