Menurut Abdul Kharis, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu, kementerian yang dipimpin oleh Mohamad Nasir ini sebagian besar memiliki kinerja memprihatinkan.
Ia mencontohkan serapan anggaran Kemenristekdikti hingga 30 November 2015 baru mencapai 61,95 persen, jauh dari target sekitar 85,52 persen dan target Presiden Jokowi sebesar di atas 90 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ketua Panja Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) ini juga menyesalkan tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sangat memberatkan orang tua juga mahasiswa.
Berbagai catatan dari DPR di akhir tahun 2015, ia mengatakan harus menjadi perhatian khusus sehingga Menristekdikti dapat menjadi lebih baik dalam mengawali kerja untuk Rakyat tahun 2016.
Sebelumnya, Menristekdikti dalam rapat kerja bersama DPR mengatakan capaian realisasi APBN 2015 per 30 Nov 2015, sebesar 61,95 persen, atau sebesar Rp27,3 triliun dari total pagu anggaran 2015 sebesar Rp44 triliun. Capaian itu meliputi program Belanja sebesar 89,92 persen, 57,37 persen untuk Barang, Modal sebanyak 29,96 persen, dan Bansos sebesar 97,82 persen. (antara)