Pernah berkhianat dianggap menjadi alasan mengapa Gerindra dengan tegas menolak mengusung pria yang sekarang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tersebut.
"Tak mungkin lah, dia sudah pernah berkhianat," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik saat dihubungi kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Taufik sikap tersebut tak disukai oleh masyarakat Jakarta dan dirinya sangat yakin bahwa warga Jakarta tak akan memilih Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta di Pilgub nanti.
"Saya yakin Jakarta tak akan memilih Ahok, bagaimana mungkin orang sekasar itu bisa dipilih rakyat," katanya.
"Saat itu (2012) orang cenderung memilih Jokowi, jadi Ahok menjadi gubernur pun hanya merupakan tetesan saja."
Dengan tidak mengusung Ahok sebagai cagub, Gerindra pun menggodok tujuh nama yang kemungkinan besar akan diusung oleh mereka di Pilkada 2017. Bukan hanya akan mencalonkan gubernur atau wakil gubernur, jika memungkinkan Gerindra ingin pasangan calon yang mereka usung keduanya berasal dari Gerindra.
Tujuh nama yang sudah ada di kantong Gerindra dan merupakan hasil rapat akbar DPD Gerindra DKI akhir Desember 2015 lalu adalah Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sandiaga Uno, M. Sanusi, mantan Panglima Kodam Jaya Sjafri Sjamsuddin, Biem Benyamin, Sekretaris Daerah DKI Saefullah, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Sementara itu dalam rapat akbar tersebut juga ada satu nama yang dicalonkan untuk diusung oleh Gerindra, yaitu Taufik sendiri. Rencananya Gerindra akan mengumpulkan delapan nama tersebut pada 15 Januari mendatang.
"Jika bersedia maka akan terus berproses, nanti disaring tiga orang yang akan disampaikan sebagai calon gubernur ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra," kata Taufik. (obs)